Breaking News

Rancecet, Pantai Seharga 250 Rupiah di Banten Selatan

 

Nelayan penangkap ikan di Laut Pandeglang, Banten. / Poto: istimewa
Pandeglang, LineNews.id - Rancecet merupakan nama pantai di Desa Ranca Pinang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang. Desa ini termasuk desa wisata yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon.

Berkunjung ke Pantai Rancecet, kita akan disuguhi hamparan pasir putih yang memanjakan mata. Lokasi pantai sangat strategis, karena hanya berjarak sekitar 100 meter saja dari jalan desa.

Kondisi pantai yang bersih dan indah sebagaimana ciri khas pantai Banten Bagian Selatan. Beberapa warga yang tinggal di sekitar pantai mengatakan bahwa Pantai Rancecet lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal sekitar Kecamatan Cimanggu.

Pantai akan ramai saat Hari Raya Idul Fitri atau perayaan agama lainnya. Warga Ranca Pinang sekitar pantai biasa memanfaatkan pantai untuk berkumpul makan-makan atau dalam bahasa setempat disebut dengan bancakan. Dengan menggunakan alas makan dari daun pisang masyarakat akan menikmati indahnya pantai sambil makan dan saling bercengkrama.

Pantai Rancecet masih belum banyak dikenal oleh masyarakat luar. Hal ini dikarenakan insfrastruktur menuju pantai tersebut dalam kondisi yang tidak bagus. Sebagian besar jalan masih dalam kondisi belum teraspal. Bahkan saat turun hujan beberapa jalan akan sangat sulit untuk dilewati oleh kendaraan roda dua sekalipun. Hanya pengunjung yang memiliki jiwa petualang alam yang datang ke pantai tersebut.

Akhir-akhir ini, beberapa wisatawan dari luar kota seperti Bogor, Jakarta dan beberapa wilayah di Jabodetabek berkunjung ke Pantai Rancecet untuk bertualang menguji adrenalin.

Keterbatasan sarana prasarana justru menjadi tantangan bagi meeka yang suka tantangan. Di dekat pantai juga tersedia beberapa bagian tanah yang datar dan hijau serta aman dari tingginya terjangan ombak yang besar khas pantai selatan. Beberapa wisatawan luar kota mendirikan tenda untuk bermalam.

Dengan masuknya Desa Ranca Pinang ke dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, dan juga termasuk salah satu kawasan desa wisata, sudah seharusnya didukung dengan pembangunan di wilayah tersebut.

Nelayan Mencari Ikan

Masyarakat di sekitar Pantai Rancecet, sebagian besar bekerja sebagai nelayan menggunakan alat tangkap dan kapal yang sederhana. Selain itu juga beberapa memanfaatkan rumput laut yang ada di pesisir.

Sayangnya, Pantai Rancecet ke arah Pantai Cegog seluas 130 hektar ini ternyata telah dikuasai oleh pribadi, karena telah dibeli oleh seorang pengusaha asal Jakarta pada tahun 1992. Saat itu kisaran harga tanah per meternya seharga 250 rupiah. Pantai ini dibeli rencananya untuk dijadikan tambak udang, akan tetapi hingga kini izinnya belum keluar. Masyarakat berharap, agar izin tambak tidak keluar karena keberadaan tambak udang dalam persepsi masyarakat akan menghambat pekerjaan mereka sebagai nelayan. Selain itu, limbah yang dihasilkan dapat mengganggu lingkungan sekitar pantai.

Kawasan Pantai Rancecet, selain memiliki panorama pantai yang indah, memiliki potensi tambang pasir besi yang cukup besar. Berdasarkan data Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Banten, prospek pasir besi di dataran Pantai Rancecet, Kecamatan Cimanggu, ada 80 hektare. Namun penambangan yang baru dirintis selama setahun itu terpaksa ditutup lantaran tidak ada kesepakatan soal model pengangkutan pasir. Sebab, Pemda Pandeglang meminta pasir besi diangkut lewat laut, sedangkan pengusaha maunya lewat darat. (Red)

0 Komentar

Posting Komentar

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close