Breaking News

Pemerintah dan Aparat Didesak Selesaikan Persoalan Tambang Batubara Diduga Ilegal di Cihara

Galian batu bara tradisional diduga ilegal di Desa Cihara, Kecamatan Cihara, Lebak, Banten / Poto: istimewa

Lebak, LineNews.id - Organisasi Taktis Gerakan Rakyat Indonesia Sejahtera (Garis) menyoroti serius terkait maraknya tambang batubara diduga ilegal di wilayah Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten.

Ketua Umum Garis, Irwan Mahardika menilai salah satu faktor menjamurnya penambangan batu bara ilegal disebabkan oleh kurangnya kepekaan pemerintah dan instansi terkait terhadap kelestarian alam. Padahal kata dia, dampak negatif dari galian lobang batubara tak berizin bakal mengancam kelangsungan kehidupan secara masif.

"Kurangnya kepekaan terhadap lingkungan dan alam tentu menjadi bagian sakral dari faktor itu, untuk apa dibentuk dinas dan instansi terkat jika hal yang sudah diketahui oleh umum saja tidak ditindak?," kata Ketum Garis, pada Kamis (1/2/24).

Lanjut Irwan, pihaknya mendesak pemerintah untuk bertindak dan memberikan sanksi tegas terhadap penambangan yang menabrak aturan. Selain itu, pihaknya juga menuntut pemerintah agar berupaya mengurangi dampak negatif dari penambangan khususnya di wilayah Lebak Selatan.

"Jangan sampai mengeluarkan alasan ini itu tapi ternyata di belakang ada kongkalingkong. Berkaitan dengan tambang, yang berizin saja tentu banyak dampak negatifnya, apalagi yang tidak mengantongi izin. Pemerintah harus hadir dan melakukan upaya-upaya yang bisa meminimalisir dampak buruk terhadap ekosistem alam dan lingkungan," tegasnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kecamatan Cihara, Sawal, saat dikonfirmasi wartawan, mengaku bahwa pihaknya mengetahui maraknya galian tambang batubara diduga ilegal di wilayah Kecamatan Cihara. Namun kata dia, para pemilik galian belum pernah berkoordinasi. Pihaknya mengaku sudah pernah memberi pemahaman agar para pemilik galian mengurus izin.

"Tindakan nya yang jelas mengingatkan mah sudah hanya sebatas memberi pemahaman agar mengurus ijin..tapi kayanya mungkin kesulitan untuk menempuh ijin," katanya melalui pesan elektronik WhatsApp, Rabu (31/1/24) .

Saat ditanya apakah sudah pernah melakukan penertiban, Sawal mengaku belum pernah, "Penertiban secara permanen belum, in sya Allah dengan adanya masukan mungkin satpol PP akan secepatnya terjun ke lapangan..nuhun infonya," jawabnya.

Untuk diketahui, keberadaan penambangan batu bara diduga ilegal kian hari makin marak di wilayah Kecamatan Cihara, seperti terpantau di Desa Cihara Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak. 

Para pelaku galian C tersebut melakukan kegiatannya seperti tidak tersentuh hukum, aparat dan pemerintah setempat pun terkesan acuh serta tidak melakukan tindakan apapun.

Padahal, mengacu kepada aturan perundang-undangan sesuai No. 3 Tahun 2020 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba), kegiatan penambangan jika pelakunya tidak memiliki izin, maka perbuatannya merupakan kegiatan penambangan yang illegal. Hal itu termasuk tindak pidana yang diatur dalam Pasal 158 UU Minerba yang menyatakan bahwa kegiatan penambangan tanpa izin dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar. (KW) 

0 Komentar

Posting Komentar

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close