News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Terkesan Asal, Hasil pekerjaan SPALD-S di Desa Sanghiang Disoal

Terkesan Asal, Hasil pekerjaan SPALD-S di Desa Sanghiang Disoal

Papan informasi proyek pembangunan SPALD-S di Desa Sanghiang, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten. 
Lebak, LineNews.id - Hasil pekerjaan pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) di Desa Sanghiang, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, disoal. 

Pasalnya, proyek yang menelan biaya hampir Rp600 juta dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak, pada anggaran Tahun 2022 tersebut dikerjakan terkesan asal jadi.

Pantauan LineNews.id di beberapa lokasi hasil pekerjaan, tampak pemasangan pipa saluran pembuangan diduga tidak sesuai Juknis karena hanya tergeletak dan ditimbun di atas permukaan tanah. Tak hanya itu, kualitas pipa juga diduga tidak sesuai spek. 

Lebih lanjut, salah seorang warga Desa Sanghiang yang enggan disebut namanya mengaku keberatan dengan pemasangan saluran pipa yang melewati lahan produktif miliknya. 

"Saya sudah bilang ke yang kerjanya jangan dipasang di tengah lahan begitu, karena itu kan tanah nantinya takut akan dibangun rumah, saya membolehkannya diperbatasan lahan saja agar nanti tidak mengganggu," ucapnya. 

Bahkan, kata sumber, dirinya tidak mengizinkan kalau pemasangan pipa IPAL tersebut di tengah lahannya, "Saya tidak mengizinkan kalau seperti itu mah," tukasnya. 

Warga tersebut juga menyayangkan kaitan dengan pemasangan pipa yang masih terlihat di atas permukaan tanah, "Itu juga sempat pecah terkena orang yang kerja memanen buah kelapa," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Sanghiang, Hadi menepis terkait pemasangan pipa yang tidak dikubur di dalam tanah. Namun pihaknya mengaku akan memantau kembali hasil pekerjaannya. 

Gambar diambil pada hari Minggu (18/09/2022). Hasil pasangan pipa SPALD-S di Desa Sanghiang. 
"Itu semuanya suruh digali pak di dalam tanah pak, kecuali posisi tanahnya miring. Ya sekarang masih dalam tahap pengerjaan pak, tar coba saya lihat soalnya saya ke lapangan agak kurang sehat," tuturnya via pesan WhatsApp, Minggu (18/09/22). 

Kades mengatakan, bahwa saat ini pekerjaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat yang dibangun di sepuluh titik lokasi di desanya itu belum selesai. 

"Ini dalam tahap perbaikan pak, kan pekerjanya masih ada. Ini pekerjaan belum fix pak, masih banyak yang harus dirapihkan," ujarnya. 

Senada dengan Kades, Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Desa Sanghiang, Cahyani membantah terkait pekerjaan pembangunan SPALD-S yang diduga tidak sesuai Juknis. 

"Semuanya dikubur, kalau masih ada yang belum nanti akan dirapihkan lagi, karena memang belum selesai," ucapnya lewat sambungan telepon WhatsApp.

Ditanya terkait lahan yang digunakan untuk pembangunan SPALD-S, Cahyani mengaku semuanya sudah dihibahkan oleh pemiliknya, "Kalau tanahnya sudah dihibahkan oleh pemiliknya," tutupnya. (HR) 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.