News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Sosialisasi Rencana Pendirian Ternak Ayam di Cihara, Apakah Warga Tetap Menolak?

Sosialisasi Rencana Pendirian Ternak Ayam di Cihara, Apakah Warga Tetap Menolak?

Sosialisasi rencana pembangunan kandang ayam di Desa Cihara, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak. Rabu (29/06/2022).
Lebak, LineNews.id - Hari ini Rabu (29/6/2022) CV. AKM memenuhi undangan Kepala Desa Cihara, bersosialisasi kepada masyarakat terkait rencana pendirian kandang ayam yang ditolak masyarakat Desa Cihara, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak. 

Dalam sosialisasi yang digelar di kantor Desa Cihara tersebut, pihak perusahaan CV. AKM didampingi calon mitra kerjanya yaitu PT. Ciomas Adisatwa menjelaskan kepada masyarakat bahwa pihaknya akan mendirikan kandang ayam jenis close house atau kandang yang ramah lingkungan. 

"Kandang ayam yang ramah lingkungan yang sudah menyebar di seluruh indonesia. Saya rasa untuk masalah bau saya rasa tidak ada," ujar Martin saat sosialisasi kepada perwakilan masyarakat di kantor Desa Cihara. 

Martin juga mencontohkan jenis kandang yang sudah berdiri di daerah lain yang kata dia tidak mencemari lingkungan sekitar. 

"Di Tangerang itu kandang berdekatan dengan kampung-kampung pas saya survei memang ramah lingkungan," katanya. 

Martin juga menegaskan, bahwa pihaknya akan bekerja sesuai Standard Operating Procedure (SOP) yang ditetapkan mitra kerjanya yakni PT. Ciomas Adisatwa. 

"Usahanya juga ada SOP, dan kita harus ikuti SOP dari perusahaan," ucapnya. 

Di tempat yang sama, perwakilan PT. Ciomas Adisatwa Jasman menyebut, sudah ada sekitar 7 ribu pengusaha ternak ayam tersebar di seluruh Indonesia yang bermitra dengan perusahaanya. 

Kendati, pihaknya juga mengaku tidak akan mau bermitra dengan pengusaha ternak ayam apabila jenis kandangnya tidak ramah lingkungan. 

"7000 peternak yang ada di Indonesia bermitra dengan PT. Ciomas Adisatwa. Kami hanya akan menerima mitra baru khusus untuk kandang yang tertutup," paparnya. 

Jasman juga tidak memungkiri bahwa keberadaan budidaya unggas di suatu wilayah akan menimbulkan efek bau dan mengundang banyak lalat. Akan tetapi dampak tersebut dapat dicegah apabila ditangani dengan cara profesional. 

"Yang bikin bau itu kotoran yang bercampur dengan sekam. Bau dan banyak lalat akan ada jika tidak dilakukan penanganan," tuturnya. 

Dia juga memaparkan terkait skala bangunan di Desa Cihara yang hanya akan menampung 50 ribu ekor per kandang. Karenanya kata Jasman, izin lengkap dari pemerintah pun tidak wajib ditempuh oleh pihak perusahaan. 

"Kandang yang akan dibangun bukan skala besar untuk saat ini, dan bukan kandang permanen, hanya terbuat dari kayu dan bambu, tidak perlu izin lengkap dari pemerintahan hanya dari lingkungan dan desa, jika saya tidak salah," tukasnya. 

Sementara itu, koordinator masyarakat yang menolak rencana pendirian kandang ayam di Cihara, Abut mengungkapkan kekecewaannya terhadap CV. AKM yang selama ini terkesan tidak mendengar aspirasi masyarakat terdampak. 

Padahal, kata pria yang akrab disapa Wa Abut ini polemik di masyarakat sudah terjadi sejak awal rencana pengerjaan bangunan. Masih kata dia, kisruh tersebut bisa terjadi akibat dari pihak perusahaan yang tidak pernah melakukan sosialisasi sesuai permintaan masyarakat. 

"Kemana aja pihak perusahaan selama ini? Apa sikap Kades melihat kondisi masyarakat yang menolak keberadaan perusahaan?" tegas Wa Abut.

Terakhir, Wa Abut mengatakan akan musyawarah kembali bersama masyarakat terdampak kaitan dengan hasil sosialisasi yang digelar tadi sore. (HR) 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.