News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Baru Sebulan Usai Dibangun, Proyek Embung di Desa Leuwi Coo Muncang, Luluh-lantak

Baru Sebulan Usai Dibangun, Proyek Embung di Desa Leuwi Coo Muncang, Luluh-lantak

 

Keberadaan Proyek Embung di Desa Leuwi Coo, Kecamatan Muncang, senilai Rp 643.150.000 ambrol tanpa sebab yang jelas. Minggu (01/08)
Lebak, LineNews.id - Keberadaan Proyek Embung di Desa Leuwi Coo, Kecamatan Muncang, senilai Rp 643.150.000 luluh-lantah tanpa sebab jelas. Padahal, proyek yang berasal dari program Flood Management in Selected River Basins (FMSRB) loan ADB 2021 ini baru sebulan selesai dikerjakan.


 Disebutkan, proyek yang seharusnya digunakan untuk mengairi persawahan milik warga di Desa Leuwi Coo tersebut dinilai mubadzir. Karena, sudah lantak sebelum dugunakan.

“Baru selesai dibangun, Embung itu sudah rusak karena ambrol. Padahal, Embung yang seharusnya digunakan untuk memenuhi air bagi areal persawahan milik warga belum sempat digunakan,”kata Asep Priyanto, Gibas Kabupaten Lebak, kepada Wartawan di lokasi belum lama ini, (31/07).  

Dalam hal ini, pihaknya minta Dinas PUPR Kabupaten Lebak selaku yang berwenang menangani proyek itu untuk segera cepat tanggap menangani kerusakan Embung tersebut. Bahkan nenurutnya, PUPR juga harus melakukan investigasi terkait penyebab kerusakannya.   

“Lah, ini kan baru saja sebulan, kok sudah rusak Embungnya, saya berharap PUPR Lebak segera melakukan penanganan dan mencari penyebab kerusakannya,”harap Asep.

Menanggapi hal itu, Sekertaris Dinas PUPR Lebak, Irfan Suyatufika mengatakan, penyedia barang sudah turun mengirim alat berat ke lokasi,”Kalau tidak salah alat berat jenis Beko sudah dikirim ke lokasi,”kata Irfan kepada wartawan.   

Terpisah, Anggota Komisi IV DPRD Lebak, Agus Ider Alamsyah kepada LineNews.id mengaku kecewa adanya kerusakan pada proyek Embung yang ditangani Dinas PUPR Lebak.   

Dikatakannya, selaku mitra PUPR, pihaknya meminta agar kerusakan proyek tersebut segera ditangani dan dicari tahu penyebab rusaknya.     

Secara pribadi Agus berpendapat, penyebab kerusakan biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya faktor alam atau faktor human eror, karena pekerjaan proyek yang asal asalan oleh pelaksana. 

“Ini proyek baru selesai dibangun sudah ambrol, saya secara pribadi menduga dikerjakan asal-asalan. Anggarannya besar loh, itu 643 Juta lebih lebih. Kami minta agar PUPR segera menangani kerusakan dan mencari penyebab kerusakannya,” tuturnya.    

Kata dia, terkat ini pihaknya bersama anggota DPRD Komisi IV mengaku sudah melayangkan surat ke Dinas PUPR Lebak dan akan minta klarifikasi dari pihak dinas. “Kita sudah layangkan surat ke Dinas PUPR untuk minta penjelasan ambrolnya itu Embung. insha Allah Kamis lusa kita rapat,” paparnya.(Adek)


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.