News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ternyata Pemkab Lebak Masih Kekurangan 10 Ribu Pegawai ASN

Ternyata Pemkab Lebak Masih Kekurangan 10 Ribu Pegawai ASN

Edi Wahyudi, Kepala BKP-SDM Pemkab Lebak. 
LEBAK, LineNews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak ternyata masih kekurangan jumlah ideal Aparatur Sipil Negara (ASN). Informasi soal ini mencuat dari Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP-SDM) Pemkab Lebak, bahwa Lebak kekurangan sekitar 10 Ribu orang ASN.      

Disebutkan, di Pemkab Lebak saat ini masih kekurangan, hanya ada sekitar 9 Ribu orang lebih ASN yang mengabdi di Pemkab Lebak, padahal kategori idealnya adalah 20 Ribu orang, sehingga kalau melihat jumlah itu Lebak kekurangan sekitar lebih 10 Ribu orang ASN.       

Sebagaimana dikemukakan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP-SDM), Edi Wahyudi bahwa jumah ideal ASN yang harusnya mengisi di semua formasi kedinasan di Pemkab adalah 20 Ribu orang.         

 "Jika menilai jumlah idealnya di angka 20.000 orang, sedangkan pegawai yang ada saat ini sekitar 9.000 lebih. Jadi kekurangannya sekitar 10.000 orang,” ujar Edi Wayudi, kepada wartawan, Selasa (08/06).         

Dijelaskan Edi, apalagi setiap tahunnya ada sekitar 300 sampai 400 orang pegawai ASN di Pemkab Lebak yang memasuki masa pensiun, baik itu karena usia maupun yang pengajuan pensiun dini.        

"Untuk usia pensiun pegawai di struktural yaitu 58 tahun, sedangkan untuk yang di funsional tertentu bisa sampai 64 tahun, ada pula yang mengajukan pensiun dini karena alasan kesehatan serta alasan pribadi lainnya,”jelasnya.        

 Menurutnya, kekurangan pegawai ASN ini sebagian besar untuk tenaga pengajar, tenaga kesehatan dan penyuluh pertanian. Kata dia, untuk penerimaan CPNS di Kabupaten Lebak sendiri terakhir dilaksanakan Tahun 2019.        

 "Kita masih menunggu informasi dan intruksi dari pusat tentang kapan waktu penerimaan CPNS berikutnya,” paparnya.(Adnin/Red)



Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.