News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

KCD DKP Tengahi Gesekan Nelayan dengan Tongkang Cemindo

KCD DKP Tengahi Gesekan Nelayan dengan Tongkang Cemindo

Tampak audiensi antara nelayan, KCD DKP dan juga pihak terkait yang memicu gesekan konflik. Selasa (22/06)   
Lebak, LineNews.id - Kantor Cabang Dinas Melautan dan Perikanan (KC-DKP) Wilayah Selatan, Provinsi Banten, tindak-lanjuti surat dari Paguyuban Nelayan Binuangeun (PNB), Nomor: 011/001/PNB/V/2021 tentang gesekan Nelayan Binuangeun dengan kapal-kapal Tongkang pengangkut klinker PT Cemindo Gemilang (CG) dan PLTU Pelabuhan Ratu.        

Disebutkan, yang mana Kapal-kapal tersebut lalulalang memasuki jalur tangkap ikan para nelayan khususnya di wilayah perairan Provinsi Banten bagian Selatan. Acara rapat tersebut dilakukan di Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan, yakni di Jalan Karang Malang Nomor 2, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada Selasa (22/06).      

“Kita menggali semua fakta-fakta di lapangan, kronologis kejadian dan keluhan apa saja yang di alami nelayan agar mereka nyaman dalam menjalankan aktivitas, yang nantinya kesimpulan hasil pra-audiensi ini nanti akan kami bawa ke dinas untuk audiensi yang sebenarnya," ujar Kepala KCD DKP Wilayah selatan, Akhnas Akhmad, Rabu (23/06)       

Menurut Akhnas, adapun yang akan diundang dalam rapat audien itu, yakni instansi terkait yang mempunyai kebijakan dan stakeholder yang berkepentingan di dalamnya yang terjadi gesekan dengan nelayan," Jadi kita undang semua komponen terkait agar ada hasil kesepakatan dan penyelesaian.” kata Akhnas.       

Di tempat yang sama, Ketua PNB, Wading Riana, saat ditanya hasil pra-audiensi tersebut, pihaknya mengaku bahwa sudah mengutarakan keluhan para nelayan ke pihak KCD DKP Wilayah Selatan.       

“Tadi dalam rapat pra audiensi, kami pihak nelayan menyampaikan secara detail apa yang menjadi keluhan para nelayan, yaitu terganggunya oleh kapal-kapal yang lalulalang melintasi alur tangkap ikan nelayan, dan pihak KCD DKP Wilayah selatan merespon dengan baik. Kami tinggal menunggu kelanjutannya audiensi dengan pihak-pihak terkait.” tuturnya.   

Dijelaskan Wading, bahwa lakulalang tongkang pengangkut klinker PT CG dan PLTU Pelabuhan Ratu sudah sangat fatal mengganggu kenyaman nelayan. "Kami nelayan jelas sangat terganggu dengan lalulalang tongkang dari Cemindo dan PLTU. Mereka selalu melintas di perairan tangkap ikan, kami terganggu. Dan juga khawatir takut tertabrak," ungkap Wading.       

Sementara Camat Wanasalam, Sukanta, mengharapkan pebyelesaian gesekan segera ada penyelesaian, nelayan pun butuh kenyamanan dalam mengais rejeki, sehingga konflik tidak panjang. Selain itu, kata camat, perairan laut tempat nelayan harus steril agar tidak jadi jalur lintasan tongkang karena berpotensi laka laut,    

“Kami berharap kepada pihak terkait agar segera menyelesaikan persoalan kapal yang lalulalang memasuki alur perairan tangkap ikan nelayan, karena jika persoalan ini tidak segera diselesaikan, maka bukan tidak mungkin adanya kecelakaan laut yang bisa dialami oleh para nelayan tersebut.” paparnya.(Adek) 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.