News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Enden Mahyudin: Isu Dugaan Monopoli Wastafel Desa, Pihak DPMD Harus Menjelaskan

Enden Mahyudin: Isu Dugaan Monopoli Wastafel Desa, Pihak DPMD Harus Menjelaskan

(Ilustrasi) 
LEBAK, LineNews.id - Terkait isu dugaan monopoli belanja wastafel seharga Rp 3,6 Juta sebagai penunjang alat protokol kesehatan (Prokes) di setiap desa, ini mendapat sorotan publik di Lebak. Pasalnya, dugaan monopoli ini melibatkan oknum eks pejabat di Dinas Perberdayaan Masyarakat da Desa (DPMD) Lebak dan oknum prades di tiap desa.       

 Ketika diminta tanggapan oleh LineNews.id, Ketua komisi 1 DPRD Lebak, Enden Mahyudin mengatakan, persoalan pengadaan harus jelas dahulu duduk perkaranya dan pihaknya hanya bisa menanggapi jika sudah ada tanggapan dari pihak DPMD.        

"Soal ini saya hanya akan berkomentar jika ada tanggapan dari pihak DPMD dulu," ujarnya, Rabu malam (09/06).        

Namun ketika didesak, pihaknya justru balik bertanya tentang siapa oknum di DMPD itu dan berapa harga kelayakan wastafel tersebut.        

"Iya, oknum yang memonopoli siapa dulu, nanti saya salah komentar. Dan soal mana yang harus saya tanggapi tentang wastafel itu. Ya, kalau harganya sesuai spek, ya udah tak masalah dan tak perlu dibesar-besarkan. Kalaupun ada anggapan harga kemahalan, itu khan cuma penilaian sepihak warga aja," jelasnya.       

 Sementara hingga berita ini ditulis, Kepala DPMD Lebak, Babay Imrony, kendati sudah berkali-kali di telpon BANPOS dan juga di konfirmasi via pesan elektronik, yang bersangkutan belum menanggapi.       

Namun, kata Enden, pihaknya tetap berkesimpulan, pengadaan apapun yang bersifat resmi harus ditempuh dengan prosedur.       

 "Persoalan ini butuh kejelasan dari semua pihak yang terlibat, agar tidak menimbukkan masalah," paparnya.       

Seperti diberitakan LineNews.id, Senin (07/06), sejak Pemkab Lebak mengumumkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro, ini diikuti pula sebagian besar Pemerintah Desa (Pemdes) se Lebak dengan memfasilitasi sarana wastafel (alat cuci tangan) pesanan khusus.      

 Disebutkan, pengadaan wastafel di tiap desa di Lebak ini diduga atas arahan dari oknum di DPMD Lebak yang diduga telah menyiapkan barang tersebut dan biayanya diambil dari DD sebesar 8 Persen. Diketahui Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pengadaan wastafel di tiap desa nilainya tak jauh beda, yakni Rp 3,6 Juta.      

Sejumlah pegiat sosial di Lebak pun menyorot terkait item pengadaan barang alat Prokes tersebut yang diduga ada arahan dari oknum DPMD Kabupaten Lebak yang diawali mengumpulkan para Prades Kaur Keuangan. (Adek/Red)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.