News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

ABG Korban Perkosaan Tukang Sayur Alami Trauma, Lapor Polisi

ABG Korban Perkosaan Tukang Sayur Alami Trauma, Lapor Polisi

(Ilustrasi) 
RANGKASBITUNG, LineNews.id - Akibat korban perkosaan, seorang anak baru gede (ABG) berinisial Cl (14), warga Kecamatan Rangkasbitung, dilaporkan mengalami trauma berat karena jadi korban pemerkosaan pelaku berinisial P. Korban pun beberapa bulan nengalami truma takut jika bertemu orang sekitar. P yang diduga pelaku ini adalah seorang berprofesi tukang sayur di Pasar Rangkasbitung.  

Disebutkan, dari informasi didapat wartawan, bahwa awal mula kejadian yaitu pada sebelum bulan puasa lalu, Cl yang belum lama kenal pelaku sempat diajak jalan-jalan menggunakan mobil pick up berkeliling kota Rangkasbitung. Namun di tengah jalan, pelaku mengajak korban kerumah kontrakan temannya di Balong Ranca Lentah, Kelurahan Rangkasbitung Barat.         

Terkait kasus tersebut, kepada wartawan, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lebak, Aiptu Ari membenakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan pengaduan dari korban dan ibunya.        

"Laporan kasusnya sudah diterima, masih kita proses dan mengumpulkan keterangan," kata Kanit PPA Polres Lebak.         

Sementara dari keterangan yang didapat wartawan dari Korban Cl, ia saat itu mengaku sempat menolak ajakan P, namun dengan berbagai alasan pelaku merayu korban agar ikut kemauan korban. Sehingga, korban terpaksa mengikuti ajakan pelaku. Sesampainya di rumah kontrakan, pelaku mencoba memaksa korban untuk meminum minuman keras (miras) sampai korban tak sadarkan diri.        

"Saya diperkosa dalam keadaan tidak sadarkan diri, setelah sadar saya dalam keadaan sudah bugil,” kata Cl, di Polres Lebak, Kamis (10/06).      

Menurut korban, bahkan sesudah ia sadar, pelaku juga kembali melampiaskan nafsunya kembali. Saat itu ia dalam keadaan menangis dengan pikiran kacau dan takut. Korban mengaku baru berani bercerita kepada ibunya sepekan lalu. Saat itu CI merasa gundah dan mendapatkan ancaman, karena ibunya Tt juga kerja di tempat pelaku.        

“Saya sangat tertekan, bahkan saya sempat kabur ke Sukabumi di tempat sodara,” ungkap Cl.        

Sementara, ibu korban, Tt menjelaskan bahwa sebetulnya ia sudah berusaha berbaik hati, masalah anaknya itu minta diselesaikan dengan musyawarah kekeluargaan. Namun karena tidak ada itikad baik, kata Tt, ia terpaksa melaporkan kasus pedofilia sang majikan kepada anaknya itu ke Polres Lebak.        

“Kasus yang menimpa anak saya ini sudah saya laporkan, namun karena anak saya lagi datang bulan belum bisa di visum,” papar ibu korban. (Adnin/Red)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.