News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ritual Diduga Sesat di Cigeulis, Ada yang Menyebut Ajaran Balakasuta

Ritual Diduga Sesat di Cigeulis, Ada yang Menyebut Ajaran Balakasuta

Poto: nampak sekelompok warga sedang melakukan ritual sesat tidak mengenakan pakaian. 

CIGEULIS, LineNews.id - Terkait dugaan ajaran sesat belasan warga Cigeulis, ada yang menyebut, itu ajaran Balakasuta jenis aliran Hakekoksejak.

 Disebutkan, beberapa tahun lalu kelompok mereka sudah biasa melakukan giat ritual yang tidak lajim sebagaimana ajaran agama. Menurut sumber sebut saja B, mereka menyebutnya itu ajaran Balakasuta.      

"Sejak lima Tahun lalu memang mereka sudah biasa melakukan ritual itu. Katanya itu ajaran Balakasuta. Agak aneh juga sih. Anehnya, mereka kerap melakukan ritual mandi bersama laki dan perempuan secara telanjang bulat bersama-sama, biasanya dilakukan di sekitar Kampung Cemara Desa Karangbolong, katanya itu peruntukan membersihkan diri," jelas sumber B saat diwawancara wartawan.       

B menambahkan, selain ritual mandi, jika bulan ramadhan mereka katanya hanya menjalankan puasa selama seminggu saja, selanjutnya menggelar babacakan (makan bersama-red), sedang untuk ritual lainnya mereka tidak terbuka.

"Kalau melaksanakan puasa ramadhan mereka cuma menjalankan seminggu, yang penting harinya terisi. Setelah itu mereka menyembelih kerbau dan makan bersama. Mungkin mereka menganggap itu lebaran. Mereka selalu berprinsip 'mipit kudu amit, ngala kudu menta'. Itu aja yang saya tau," ungkap sumber LineNews.id.

Sementara itu, Kasat Intelkam AKP Sely Eldiansyah membenarkan terkait 16 orang warga Cigeulis yang mengikuti ritual sesat itu telah diamankan. Diantara warga yang diamankan tersebut 5 orang perempuan, 8 orang laki-laki dan 3 orang masih anak-anak. 

"Pada hari Kamis tanggal 11 Maret 2021 sekitar Pukul 10.00 WIB bertempat di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis Kabupaten Pandeglang telah diamankan Masyarakat Desa Karangbolong, Kecamatan Cigeulis Kabupaten Pandeglang yang melakukan Ritual mandi bersama-sama Laki-laki dan perempuan secara bersamaan," terangnya lewat pesan tertulis. Kamis, (11/3/2021). 

Sely menyebut, kegiatan sesat tersebut baru dilaksanakan satu kali, dengan tujuan membersihkan diri dari segala dosa dan menjadikan semua penganut ajaran tersebut agar lebih baik kehidupannya. 

"Saudara Arya menjelaskan bahwa aliran tersebut mengadopsi dari ajaran Hakekok yang dibawa oleh saudara Abah EDI (Alm). diteruskan oleh saudara Arya dengan ajaran Balakasuta, pimpinan saudara Abah Surya Leuweng Kolot Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor," paparnya. 

Selanjutnya untuk mencegah keributan warga dan untuk pemeriksaan lanjutan, ke 16 orang diduga pelaku aliran sesat sudah di bawa ke Mapolres Pandeglang. (CR-7/HR)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.