Wartawan Media Online di Baksel Dapat Ancaman Akan Ditabrak

LEBAK, LineNews.id - Salah seorang jurnalis media online asal Lebak Selatan (Baksel) mengaku mendapat intimidasi lantaran sering memberitakan soal rencana eksplorasi pasir emas di laut Bayah - Cihara. 

Disebutkan, wartawan Bantenekspos.com bernama Odil itu mendapat ancaman dari seseorang yang diduga pengurus HNSI Bayah. Karena diketahui sejauh ini dirinya terbilang kritis dan sering menulis pemberitaan terkait aspirasi masyarakat yang menolak pertambangan oleh PT Graha Makmur Coalindo (GMC).

Odil menjelaskan, pertama dirinya datang memenuhi undangan salah seorang pengurus HNSI untuk melakukan silaturahmi ke Kantor PT Bayah Samudra Raya di Kampung Pulomanuk, Desa Darmasari Kecamatan Bayah. Kemudian nada berunsur ancaman muncul kepada dirinya ketika diskusi sedang berlangsung.

"Saya melakukan pertemuan di Pada Asih 3 Pulomanuk. Disana kami melakukan perbincangan, kaitan masalah pertambangan emas PT GMC, khususnya kaitan masalah penolakan yang disampaikan para nelayan," katanya saat dihubungi via telepon seusai melakukan pertemuan, Jumat (8/1/2020) siang.

"Katanya mau laporin awalnya terkait pemberitaan. Kemudian berujung akan ditabrak oleh dia sendiri atau nyuruh orang lain. Jika terus memberitakan penolakan tambang GMC," imbuhnya.

Lanjutnya, Odil mengaku mendapat pertanyaan terkait penolakan para nelayan terhadap rencana penambangan pasir dari orang yang diduga pihak HNSI Bayah dalam pertemuan itu. 

"Ya saya jawab saja, bukti kaitan pemberitaan nelayan yang menolak itu ada. Jikalau memang merasa keberatan, maka ada tahapan yang bisa ditempuh oleh HNSI, yaitu hak jawab untuk meluruskan pemberitaan," ujarnya.

Odil mengaku, sempat terjadi adu mulut dalam pertemuan itu. Bahkan oknum yang diduga pengurus HNSI itu menuduh, ada motif lain dibalik pemberitaan tersebut.

Padahal Odil menegaskan, jika dirinya murni untuk menyuarakan aspirasi masyarakat dan bekerja sesuai dengan profesi jurnalis.

"Saya sudah sampaikan bahwa saya sebagai wartawan, hanya menyuarakan aspirasi masyarakat, dan tidak punya motif lain," paparnya.

Menyayangkan

Sementara itu, pakar komunikasi massa di Lebak Selatan Malingping Widodo Ch, menyayangkan adanya intimidasi terhadap wartawan. Karena jurnalis sebagai pemburu informasi.

"Media itu sebagai watchdog artinya selalu melacak informasi. Kalau memang ada tindakan ancam-mengancam itu jelas premanisme. Pekerja pers/jurnalis itu dilindungi UU No 40 Thn 1999," kata Widodo.

Jika ada keberatan dengan pemberitaan, lanjut Widodo, silakan berikan hak jawab sesuai aturan yang ada. Apalagi, di zaman sekarang masyarakat sudah mulai kritis.

"Pers sebagai wadah penyalur informasi, punya hak publikasi dan sosial kontrol. Jika pers dihalang-halangi atau diintimidasi, nanti pelakunya bisa kena delik ancaman pidana," imbuhnya

Masih kata Widodo, lembaga pemerintah atau swasta, maupun lembaga publik lainnya, wajib memahami kinerja jurnalistik. Karena di era digital ini, informasi menjadi santapan kebutuhan masyarakat.

"Disamping wadah bisnis informasi dan edukasi, pers adalah media penyalur informasi dan aspirasi masyarakat dan sosial kontrol," tandas Widodo.

Kata Widodo, wartawan itu dalam mejalankan tugas berpedoman pada kode etik jurnalistik dan menghormati narasumber serta membangun pemberitaan yang berimbang.

"Pers nemberikan kesempatan kepada pihak-pihak tertentu, untuk memberikan hak jawab terkait pemberitaan yang dianggap merugikan. Pers juga berkewajiban melindungi narasumber dan punya hak tolak untuk tidak memberitahu sumber dimaksud," paparnya.(HR/Red)

Tidak ada komentar untuk "Wartawan Media Online di Baksel Dapat Ancaman Akan Ditabrak"

CopyAMP code
CopyAMP code