Warga Pertanyakan Data Penerima BST APBN 2021 Banyak yang Terdelet

Foto: Penerima Bantuan BST Covid-19 Januari 2021 datanya banyak yang tidak tercantum lagi. Tampak dalam poto warga penerima sedang antre mengambil dana BST di salah satu desa di Malingping. Kamis (14/01)         

BAKSEL, LineNews.id - Terkait isu adanya pengurangan kuota penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) Covid-19 dari dana APBN, ini membuat sejumlah warga mempertanyakannya.        

Disebutkan, respon pertanyaan pada pencairan BST di Bulan Januari 2021, banyak warga yang tadinya terdata di 2019 sebagai penerima bantuan BST namun memasuki Januari 2021 justru tidak terdata/terdelet sebagai penerima lagi. Kamis (14/01).       

Salah satu penerima BST Covid-19 yang bersumber dari anggaran APBN ini, Yati kepada BANPOS mempertanyakan kenapa dirinya tidak mendapatkan surat panggilan untuk pencairan BST Covid-19 Tahun ini.      

 “Ko saya ga dapat lagi ya, padahal yang pencairan kemarin orang-orangnya yang biasa barengan dengan saya dapat, kenapa nama saya dihilangkan dari penerima,” ungkapnya, Kamis (14/01).       

Ketua RW 03 Desa Malingping Selatan, Momon Supriadi juga belum mengetahui alasan banyak warganya yang biasa mendapatkan BST Covid-19 dari APBN tetapi pada kurun 2021 ini tidak menerima atau mendapatkannya lagi.      

“Ini kenapa warga banyak yang biasa mendapatkan BST lalu tidak dapat pada pencairan kemarin, harusnya jika ada pengurangan itu ada alasan dan penjelasannya, apakah dialihkan, apakah di coret atau bagaimana?,” kata Momon.       

Senada, Ketua RT 04 RW 02 Supardi mengaku sempat disalahkan oleh warganya yang namanya tidak tercantum lagi di penerima BST sumber APBN yang baru cair kemarin.       

"Ini pemerintah gimana ya, ada beberapa warga yang marah-marah kepada saya karena tidak mendapatkan surat panggilan untuk pencairan lagi, sedangkan saya pun tidak tahu ada pengurangan atau apa, seharusnya ada penjelasan sehingga saya pun bisa menyampaikan kepada warga,”ujar Supardi.    


Terpisah, Operator ITE di salah satu desa Kecamatan Malingping kepada LineNews.id mejelaskan bahwa kejadian ada pengurangan penerima BST Covid-19 APBN hampir terjadi di seluruh desa, bukan hanya di desa tempatnya bekerja saja.        

"Memang ada pengurangan penerima BST APBN, kalau di desa kami sekitar 48 orang yang tidak terdelet. Saya kurang tau alasannya itu. Tapi infonya pengurangan penerima BST ini hampir terjadi di semua desa, bahkan infonya di desa-desa lain sampai ada pengurangan ratusan orang penerima, kami pun tidak tahu alasannya. Mungkin itu ada kebijakan pemerintah pusat,” paparnya. (Reg/HR)

Tidak ada komentar untuk "Warga Pertanyakan Data Penerima BST APBN 2021 Banyak yang Terdelet"

CopyAMP code
CopyAMP code