News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

TKSK di Lebak Diduga Bermain, Projo Minta Dinsos Menertibkan

TKSK di Lebak Diduga Bermain, Projo Minta Dinsos Menertibkan

LEBAK, LineNews.id - Terkait adanya temuan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di Kabupaten Lebak, yang ikut bermain memonopoli agen Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam pengadaan supplier komoditi, Projo (Pro Jokowi) meminta Dinas Sosial Kabupaten Lebak segera menertibkannya.

Disebutkan, sesuai Peraturan Menteri Sosial Nomor 28 Tahun 2018 bahwa fungsi TKSK di dalam Penyelenggaraan kesejahteraan sosial hanya meliputi, Koordinasi, Fasilitasi dan Administrasi.

Ketua Projo Lebak M Jafar Toha mengatakan, dalam penyaluran bantuan sosial terhadap penerima manfaat program BPNT di Lebak, banyak ditemukan adanya campur tangan TKSK untuk pemilihan supplier komoditi.

"Hasil temuan teman-teman Projo di Lebak banyak TKSK yang disinyalir melakukan intimidasi dan intervensi kepada agen-agen yang menguntungkan ke salah satu supplier," kata Jafar. Senin (18/01/2021).

Dikatakannya, bahwa monopoli supplier untuk agen tersebut diduga karena TKSK akan mendapat gratifikasi dari supplier.

"Ada temuan di beberapa kecamatan yang mengintimidasi agar agen harus kesalah satu supplier saja," lanjutnya. 

Lanjut Mantan Komisioner Komisi Transparansi dan Partisipasi (KTP) Lebak ini, bahwa temuan Projo di lapangan ada perilaku yang tidak terpuji dilakukan TKSK karena tidak menjalankan tugas sesuai tupoksinya..  

"Ini ada TKSK yang memberikan data kepada pihak-pihak tertentu untuk kepentingan salah satu pengusaha," ungkapnya. 

Dalam waktu dekat kata Japar, pihaknya akan melaporkan oknum-oknum TKSK yang diduga ikut bermain tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Lebak untuk ditertibkan. 

"Selain itu juga, Projo Kabupaten Lebak akan membuat rekomendasi secara tertulis kepada Kementrian Sosial Republik Indonesia atas temuan terhadap TKSK yang bekerja di luar Tugas Pokok dan Fungsi," paparnya. (HR/Red)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.