Protokol Ketauhidan & pentingnya Dzikir dimasa Pandemi

Penulis Ust Ulis Muklish

Disamping ikhtiar medis yaitu mematuhi & menjalankan protokol kesehatan yg sudah ditetapkan, alangkah indahnya jika kita juga memadukan pengetahuan & implementasi protokol _ketauhidan_ kita sebagai orang yang percaya kepada _qodho & qodarNya._ Meyakini keesaanNya sebagai wujud masih hadirnya iman dalam diri kita. 

Ibn Athoilah _rahimahullah_ berpesan,

 _"Janganlah kamu meninggalkan dzikr sebab kamu tidak menghadirkan Allah didalamnya, karena kelalaianmu kepada Allah ketika tidak berdzikir lebih berbahaya daripada kelalaianmu terhadap Allah saat kamu berdzikir."

"لا تترك الذكر لعدم حضورك مع الله فيه، لان غفلتك عن وجودذكره اشد من غفلتك في 

وجود ذكره."

Dzikir berarti mengingat Allah SWT. Dimanapun, kapanpun, dlam kondisi bagaimanapun, & disaat apapun. Dzikir yg berkualitas dengan mengharmonikan irama lisan,  pikiran & hati. Meski terasa sulit menghadirkan Allah dlm tiap bait dzikir yg terucap. Namun tetap harus senantiasa kita lakukan. _"Ingatlah kepadaKu, maka Aku akan mengingatmu,  kata Allah."

"فاذكروني اذكركم

Dikala senang maupun susah. Disaat lapang atau sempit. Diwaktu sehat atau sakit. Terkadang kita ingat & lupa Allah diwaktu tertentu. Disaat sehat kita melupakanNya. Justru dikala sakit kita baru mulai mengingatNya. Karena butuh. Butuh untuk sembuh seperti sedia kala. _"Aku bergantung sangkaan hambaKu terhadapKu, dan Aku selalu bersamanya ketika ia mengingatKu(berdzikir)."

"انا عند ظن عبدي بي وانا معه اذا ذكرني"

Secara konteks dzikir bisa bermakna pujian & doa. Kalimat2 thoyyibah seperti _subhanallah,  alhamdulillah,  Allohu akbar, la ilaha illallah, la haula wala quwwata illa billah_, dsb adalah beberapa contoh kalimat dzikir. Secara syariat kita disunnahkan membacanya kapanpun & dimanapun sbg bentuk pujian kepada Allah terutama stlh sholat sebelum kita mengajukan permohonan inti dlm doa kita. 

Mengingat adalah kata kerja aktif, tp abstrak. aktifitasnya tidak kelihatan secara nyata. Namun aktifitas itu menuntut amalan pikiran (otak) & hati (qolbu) bahkan lisan. Ketika kita mencintai sesuatu dengan tulus maka secara sadar & tidak kita dituntut untuk menyebut,  memanggil,  & memujinya. Otak & qolbu bergerak secara simultan menggerakkan lisan sang pencinta kepada yg dicintai. Itulah sunnatullah. Frekwensi lisan orang beriman dalam dzikir yg fokus menunjukkan bukti cintanya kepada Allah. 

_"Orang2 beriman dan hati mereka menjadi tentram, (karena) hanya dengan mengingat Allah maka hati akan menjadi tenang."_ Ar Ra'du:28

"الذين امنوا وتطمان قلوبهم بذكرالله،الا بذكر الله تطمان القلوب"

Bacaan doa kita sehari2 juga termasuk kategori dzikir. Berdoa berarti meminta kepada yang maha kuasa atas segalanya. Menurunkan ego menghilangkan kesombongan manusiawi & duniawi. Mengakui segala dosa & salah. Menyadari kotornya pikir, hati, & laku dalam bersosial & beribadah. Mengakui ketidakmampuan sebagai menusia terhadap segala fakta yg menimpa didunia seperti bencana & musibah. Memohon perlindunganNya dengan kalimat2 doa yang _ma'tsurot_ dalam hadits2 shahih. 

Terutama disaat pandemi Covid19 yg masih bercokol diantara kita seperti saat ini mari perbnyak dzikir dengan membaca doa2 pagi & petang. Memperbnyk tasbih (kalimat pujian & pensucian terhadap Allah) sbg refleksi kekotoran kita manusia dihadapanNya. 

Mengakui kerendahan kita dihadapanNya. Menyadari kekecilan kita dgn kebesaranNya sehingga Allah hindarkan & selamatkan kita dari bencana global ini.

Sebagaimana nabi Yunus yg dikeluarkan Allah dr perut ikan sebab kalimat tasbih yg Ia baca. 

"لا اله الا انت سبحانك اني كنت من الظا لمين"

Kalimat2 dzikir yg kita koneksikan dg bathin akan mampu menggetarkan pintu2 langit. Lantunan doa2 kita diwaktu pagi & petang akan mampu mendatangkan pertolonganNya. Seperti yg disebutkan Imam Nawawi dlm Kitab al Adzkar, _"Aku berlindung dengan kalimat2 Allah yg Maha Sempurna dari segala keburukan makhluq yg Ia ciptakan."

" اعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق"

atau dlm hadits yg lain disebutkan, _"Dengan menyebut nama Allah, tidak akan mampu mencelakai(ku) atas namaNya, sesuatu yg ada dibumi & dilangit, dan Dialah Dzat Yg Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

"بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيء في الارض ولا في السماء وهو السميع العليم"

_"Tidaklah ada yang bisa merubah takdir kecuali doa"._

لا يردالقدر الا الدعاء

Syaikh Abdul Aziz bin Baz _rahimahullah_ memberikan keterangan bahwa takdir yang berubah adalah takdir yang berkaitan dengan doa. _"Doa termasuk sebab yang bisa merubah takdir yang mu'allaq (bergantung pada sebab)."

الدعاء من اسباب ردالقدر المعلق

Alternatif terakhir dalam konteks ini yaitu _dzikir sosial_, yaitu sedekah. Sedekah yg bersifat materi. Yang bisa dirasakan secara langsung sebagai wujud cinta & kepedulian terhadap sesama(rahman & rahim). _"Sayangilah yang ada dibumi maka akan mengasihimu (penduduk) yang ada dilangit."

"ارحموا من في  الارض يرحمكم من في السماء"

Bisa jadi sedekah kita yg ikhlas menjadi salah satu sebab selamatnya kita dari bencana. Ibn Qoyyim _rahimahullah_ menyebutkan bahwa sedekah itu bisa mencegah dari kematian yang jelek, malapetaka,  & keburukan orang2 yang zalim. 

"انها تقي مصارع السوء وتدفع البلاء حتي انها لتدفع عن الظالم"

Dan yang paling akhir mari kita renungkan pesan dari Ibn Athoilah _rahimahullah_ dalam Kitab al Hikam. _"Akuilah kekuranganmu maka Alloh akan tampakkan sifat2 kesempurnaaNya, akuilah kekuranganmu agar Ia tunjukkan sifat2 kemuliaanNya, akuilah ketidakmampuanmu agar Ia mengangkatmu dengan qudrohNya, akuilah kelemahanmu niscaya Ia akan menolongmu dengan daya & kekuatanNya."

 "تحقق باوصافك يمدك باوصافه, تحقق بذالك يمدك بعزته, تحقق بعجزك يمدك بقدرته, تحقق بضعفك يمدك بحوله وقوته"

Dengan harapan semoga ketauhidan kita menyelamatkan kita secara dhohir & bathin menuju ridhoNya. Keimanan yang mampu menyelamatkan kita dari azab Allah seperti kisah kaum Ninawa umat nabi Yunus. 

Keimanan yg memberi manfaat kepada mereka seperti yg dikisahkan Allah dalam al Quran surah Yunus 98. "Dan mengapa tidak ada penduduk negeri yang beriman, lalu imannya itu memberu manfaat kepada mereka selain kaum Yunus?" Ketika mereka beriman,  Kami hilangkan dari mereka azab yg menghinakan didunia (saat itu) dan Kami berikan kesenangan kepada mereka sampai waktu tertentu." Jum'at, 08/01/2021

Tidak ada komentar untuk "Protokol Ketauhidan & pentingnya Dzikir dimasa Pandemi"

CopyAMP code
CopyAMP code