Saat KBM, Bangunan MI Ambruk, Guru dan Puluhan Siswa Panik

Caption : Karena lapuk dimakan usia, ruang sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cililitan yang berada di Kampung Sindangsari, Desa Bejod, Kecamatan Wanasalam mengalami ambruk mendadak, kejadiannya saat aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) tengah berlangsung, pada Selasa pagi (24/11) kemarin.

WANASALAM, LineNews.id - Karena lapuk dimakan usia, ruang sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cililitan yang berada di Kampung Sindangsari, Desa Bejod, Kecamatan Wanasalam mengalami ambruk mendadak dan membuat panik guru dan puluhan siswa. Kejadiannya saat aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) tengah berlangsung, pada Selasa (24/11) kemarin sekitar pukul 09.00 pagi Wib.          

Disebutkan, dalam kejadian tidak ada korban jiwa dan luka, namun guru dan puluhan siswa sekolah tersebut sempat mengalami shock dan trauma. KBM sekolah tersebut berjalan secara tatap muka karena di daerah tersebut jaringan internet kurang bagus dan minim siswa yang memiliki android.         

Keterangan yang didapat wartawan, sebelum ambruk, sejumlah guru dan siswa MI yang jumlahnya hampir 70 anak sedang berada di ruang kelas hendak belajar mengajar.       

Diketahui, belajar tatap muka dilakukan karena kondisi jaringan internet yang tidak memungkinkan dan minimnya masyarakat yang memiliki handphone android, saat siswa dan guru tengah khusu KBM, terdengar suara keras yang disusul dengan retakan tembok pada kelas. Kejadian tersebut membuat panik guru dan siswa, mereka pun berhamburan keluar kelas menyelamatkan diri.       

Kepada LineNews.id, Ita Rosita guru kelas MI saat mengajar tersebut menjelaskan bahwa kejadiannya mendadak saat KBM berlangsung, dan dirinya sempat panik. Saat itu ia langsung menggiring para siswa ke luar ruangan.      

“Saya sedang membagikan tugas kepada siswa, tiba tiba ruang guru yang ada di sebelah kelas ambruk, membuat kami kalang kabut dan langsung anak-anak saya giring ke luar kelas untuk menyelamatkan diri,” ujar Ita Rosita, Rabu (25/11).     

Menurut Ita, ruang guru yang roboh tersebut juga berimbas pada ruang kelas yang pada saat itu sedang dipakai KBM, bagian atap ruang kelas separuhnya ikut roboh karena empat ruang yang dimiliki MI Cililitan itu dalam satu atap.      

"Kami shock pak, apalagi melihat anak anak saat kejadian histeris dan nangis, saya pun sampai sekarang masih trauma pak. Namun untungnya tidak ada korban jiwa dan luka karena kami langsung berhamburan keluar,” ujar Rosita.    


Dikatakannya, saat terjadi musibah tidak ada hujan atau angin kencang. Robohnya ruang kelas tersebut akibat struktur bangunannya yang sudah rapuh. Ditambah lagi diguncang berkali-kali gempa baru-baru ini yang membuat beberapa tembok kelas retak.     

“Kejadian ini sudah kami laporkan ke korwil kemenag kecamatan untuk diteruskan ke Kemenag Lebak,” ungkapnya.  

Sementara itu, Kepala kantor Kementerian agama Kabupaten Lebak, Ahmad Tohawi kepada wartawan membenarkan kejadian itu. Disebutkan, pihaknya pun sudah menurunkan tim ke lokasi kejadian.       

"Iya, saya sudah memerintahkan kasubag untuk meninjau lokasi kejadian,” paparnya. (HR/Ratu Adnin)

Tidak ada komentar untuk "Saat KBM, Bangunan MI Ambruk, Guru dan Puluhan Siswa Panik"

CopyAMP code
CopyAMP code