Penerimaan Pegawai Baru RSUD Malingping Dinilai Janggal

Lebak, LineNews.id - Sekretaris Jenderal Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC) Juliana, menyoalkan rekrutmen pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilakukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malingping dinilai janggal. Pasalnya, dari mulai tahapan sampai dengan pengumuman kelulusan terkesan tidak ada penilaian yang dilakukan secara objektif.

Disebutkan, beberapa hari yang lalu Pemerintah Provinsi Banten melalui UPT RSUD Malingping, telah menerbitkan surat dengan nomor: 810/1163/RSUD-MLP/2020 tentang peserta lulus pegawai non ASN RSUD Malingping.

Menyikapi persoalan itu, Juliana, mengaku telah melayangkan surat permohonan audiensi kepada Panitia Penerimaan Pegawai BLUD Non ASN UPT RSUD Malingping. Namun, kata Juliana, sampai saat ini belum mendapat jawaban dan malah terkesan menutupi informasi.

“Tujuan dari dilayangkannya surat audiensi itu untuk mendapat jawaban dari pertanyaan secara detil guna menghindari salah faham publik,” kata Sekjen IMC kepada Wartwan, Jumat (20/11/2020).

Juliana menyebut, proses penerimaan pegawai non tersebut pengumumannya itu tidak ada skor penilaian yang objektif. Sehingga, pihaknya memandang prosedur penerimaan pegawai BLUD Non ASN UPT RSUD Malingping yang dijadikan sebagai landasan dalam melaksanakan proses penerimaan calon pegawai ini patut dipertanyakan.

“Dalam tahapan hanya ada seleksi administrasi dan psikotest. Mengapa tidak ada tes untuk menguji kompetensi. Apa coba landasnya?, sebab yang kami tahu dalam proses rekrutmen atau seleksi calon pegawai itu ada yang namanya tes pengetahuan akademik yang tujuannya untuk mengetahui penguasaan kemampuan seseorang,” ungkap mahasiswa Unma ini.

Kemudian, lanjutnya, seperti apa standar penilaian kelulusan peserta calon pegawai BLUD Non ASN UPT RSUD Malingping. Hal ini merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam proses penetapan sumber daya manusia agar menghasilkan pegawai yang berkompeten dan professional.

“Supaya adil kami minta nilai hasil tes seluruh peserta tes dibuka supaya semua pihak tahu penyebab seseorang itu lulus atau tidak dari hasil test, karena ini adalah hak bagi para peserta maupun masyarakat sebagai bentuk control terhadap keputusan-keputusan yang diambil oleh pihak RSUD Malingping,” desak Juliana.

Rencananya, kata Juliana, pihaknya akan segera mengadukan persoalan ini ke Gubernur Banten dan DPRD Banten, agar segera ditindaklanjuti. Persoalan ini, menurutnya, bukan persoalan sepele sebab ini menyangkut sumber daya manusia di RSUD Malingping yang akan melayani masyarakat Banten khusunya yang ada di wilayah Kabupaten Lebak bagian selatan.(HR/Red)

Tidak ada komentar untuk "Penerimaan Pegawai Baru RSUD Malingping Dinilai Janggal"

CopyAMP code
CopyAMP code