Pemerintah Diminta Perhatian Pada Bencana Alam Selain Laut

 

Caption : Karena diguyur hujan, tampak rumah mengalami longsor di Desa Senanghati Kecamatan Malingping baru-baru ini (15/11).         

BAKSEL, LineNews.id - Akhir-akhir ini kondisi cuaca dengan insensitas hujan yang cukup tinggi membuat beberapa rumah di Lebak selatan (Baksel) banyak yang ambruk karena tergeser tanah longsor. Sehingga keadaan ini membuat kekhawatiran warga dan berharap antisipasi dari pihak terkait.

Sebagaimana mengemuka dari pegiat warga di Baksel, Nanang Jihad berharap agar pemerintah daerah segera membaca situasi dan melakukan upaya antisipatif pada setiap titik daerah yang rawan bencana alam.

“Saat ini kondisi cuaca sedang mudim hujan dan angin kencang. Ini berpotensi menimbulkan bencana, tetutama banjir dan longsor, ini harus ada diantisipasi dari pemerintah karena dalam kondisi ini kami selaku warga sangat khawatir," ujar Nanang, Senin (16/11).         

Dikatakannya, dalam seminggu ini di Baksel sudah ada beverapa kejadian rumah ambruk terbawa longsor karena hujan.        

"Minggu lalu di Cibeber dan Cilograng lebih dari 7 rumah terferus longsor, dan beberapa hari lalu beberapa rumah di Malingping Desa Senanghati dan Rahong juga ambruk kena longsor. Ini jelas dampak yang sudah terjadi dan perlu diantisipasi," ungkapnya.         

Menurut Nanang, Kendati bencana sifatnya tak terduga, tapi seharusnya pemerintah sudah melakukan upaya antisipasi bencana, bukan hanya giat siaga setelah terjadi bencana saja.        

"Pemerintah harus punya data-data wilayah rawan bencana, dan juga solusi dan antisipasi. Misalnya mulai dari pra bencana, saat bencana dan paska bencana ini semua untuk meminimalisir jika ada kejadian bencana,” katanya sembari menggambarkan teori.        

Selanjutnya pihaknya pun meminta pemerintah jangan hanya terkonsentrasi pada bencana alam besar seperti tsunami, namun juga bencana darat saat musim ekstrem seperti banjir dan longsor.      

"Perlu kita ketahui bahwa di darat seperti di dataran tinggi, pinggiran sungai, pemukiman padat harus bisa dibaca karakter potensi bencananya, ada banjir, longsor, kebakaran, epidemi penyakit dan lainnya. Jika sudah demikian siapkan antisipasi dan solusinya. Pertimbangan dan perhitungan juga sangat penting untuk meminimalisasinya. Jangan lupa libatkan juga orang-orang setempat yang proporsional untuk membantu perencanaan. ini tugas pemerintah, tentunya demi kenyamanan semua warga," paparnya.        

Sementara terkait ini, Aktivis Taruna Tanggap Bencana wilayah Baksel, Bandi Bohandi saat dihubungi LineNews.id mengatakan pihaknya bersama BPBD sudah berupaya maksimal melakukan antisipasi, diantaranya dengan mitigasi bencana dan menyediakam posko-posko kedaruratan.       

"Dalam hal ini sebenarnya pemerintah pun sudah ada desain mitigasi, ini agar jika terjadi bencana semua sudah terantisipasi. Disamping juga di Baksel ini kita sudah ada bangun pos-pos aduan bencana dan juga alat komunikasi selalu stanby untuk mendapatkan laporan terkait kebencanaan," jawabnya.        

Kata Bandi, ada beberapa posko untuk melakukan koordinasi soal kebencanaan,      

"Di bukit Kiarapayung Panggarangan kita siapkan posko permanen kedaruratan bencana, termasuk di Bayah dan Binuangeun juga ada. Dan untuk bencana alam non laut kita selalu koordinasi dengan semua stackholder, aparat TNI/Polri instansi pemerintah mulai tingkat desa semua sudah oke. Jadi pada dasarnya antisipasi kami sudah maksimal, namun itu tadi yang namanya bencana sulit diterka,"jelasnya.(HR/Ratu Adnin)

Tidak ada komentar untuk "Pemerintah Diminta Perhatian Pada Bencana Alam Selain Laut"

CopyAMP code
CopyAMP code