Masyarakat Baksel Tolak Rencana Eksplorasi Pasir Emas di Laut

 

Lebak, LineNews.id - Terkait rencana eksplorasi penyedotan (menambang) pasir laut dengan kandungan konsentrat emas dan Sumber Daya Mineral (SDM) lainnya oleh PT Graha Makmur Coalindo (GMC), mendapat penolakan dari tokoh masyarakat, aktivis, nelayan dan warga yang terdampak.

Disebutkan, kegiatan eksplorasi pasir laut itu akan dilakukan meliputi tiga wilayah di Lebak Selatan (Baksel) yakni, Kecamatan Bayah, Kecamatan Panggarangan, dan Kecamatan Cihara, dengan jarak 2 sampai 4 mil dari garis pantai dan kedalaman 40 sampai 60 meter di bawah permukaan laut.

Menanggapi rencana yang diduga akan merusak biota laut itu, seorang pegiat lingkungan asal Baksel, Widjaya D Sutisna, secara terbuka menolaknya. Menurutnya, kegiatan eksplorasi di laut selatan itu akan berdampak buruk pada keberlangsungan ekosistem laut.

"Bahwa masyarakat sebagian besar menolak rencana penambangan emas di laut pantai selatan," kata D Sutisna kepada LineNews.id via pesan WahtSapp.(25/11/20)

Widjaya menyebut, meski rencana eksplorasi itu sudah disetujui oleh sebagian warga yang berprofesi sebagai nelayan, bahkan sudah membuat pernytaan, namun, kata lulusan Universitas Islam Nusatara (Uninus) Bandung ini, bahwa masyarakat yang terkena dampak bukan hanya nelayan, tetapi seluruh masyrakat yang ada di wilayah kegiatan eksplorasi tersebut.

"kami menolak rencana penambangan emas di perairan Bayah, walaupun ada beberapa orang nelayan bayah yang mendukung, tapi kan yang namanya masyarakat di sekitar bayah kan bukan nelayan saja tapi masyarakat umum juga adalah masyarakat, justru yang sebagian besar menolak terhadap rencana tersebut," ungkap pria yang akrab disapa Bule ini.

Senada, juga diungkapkan Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Pribumi dan Nelayan Bayah (FKMPNB), Ago Yuliansyah, dalam kajian analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), masyarakat umum juga akan terkena dampak. Jadi kata Ago, semua masyarakat yang berada di tiga wilayah itu akan terkena dampaknya.

"Segala hal kegiatan eksploitasi laut Bayah, Panggarangan dan Cihara, tidak melulu bicara kepentingan nelayan sebagai sumber mata pencaharian mereka," ujarnya.

Lanjut Ago, jangan sampai keberadaan perusahaan yang akan menggeruk kekayaan laut selatan ini hanya menyisakan kerusakan buat keberlangsungan ekosistem laut.

"Masyarakat umum pun terkena dampak akibat eksplorasi yang akan terjadi, kegiatan ini jelas berakibat buruk bagi keseimbangan ekosistem, yang ada pencemaran, perusakan habitat biota laut dan hal-hal lain yang belum bisa terbayangkan akibat-akibatnya," imbuhnya.

Diketahui, saat ini di Kecamatan Bayah sudah berdiri perusahaan besar yakni PT Cemido, dampak buruknya sudah dirasakan masyarakat, baik nelayan maupun masyarakat umum. Hal itu kata Ago, dengan rencana eksplorasi pasir laut yang akan dilakukan oleh PT GMC, maka akan memperah pencemaran dan rusaknya ekosistem laut.

"Jangankan eksplorasi dengan kegiatan penyedotan pasir oleh kapal-kapal besar, bahkan adanya aktivitas dermaga Cemindo pun nelayan harus menempuh jarak tebar jaringnya lebih jauh akibat semakin langkanya tangkapan ikan yang dekat pesisir, apalagi bila kapal penyedot pasir ini bekerja." paparnya. (HR)

Tidak ada komentar untuk "Masyarakat Baksel Tolak Rencana Eksplorasi Pasir Emas di Laut"

CopyAMP code
CopyAMP code