News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Sistem Penyaluran BPUM Via Bank di Baksel Dinilai Buruk

Sistem Penyaluran BPUM Via Bank di Baksel Dinilai Buruk

 


Poto: Beberapa hari ini tampak ratusan warga menyerbu salah satu bank di Malingping yang menyalurkan bantuan BPUM untuk UMKM tanpa mengindahkan protokol kesehatan. Rabu (14/10).

       MALINGPING, LineNews.id - Soal penyaluran dana Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM) untuk para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Malingping dituding sebagian kalangan mekanismenya buruk dan tidak ada koordinasi dengan pihak terkait lain, sehingga membuat kantor BRI KCP Malingping setiap hari diserbu warga tanpa memperdulikan protokol kesehatan covid dan juga banyak ketidak-jelasan informasinya.      

        Disebutkan, dalam beberapa hari ini warga masyarakat berjubel di depan kantor tersebut untuk melakukan transaksi bantuan UMKM, namun juga sempat terjadi diskomunikasi sehingga sebagian warga harus kecewa dan kebingungan, Rabu (14/10).

        Sebagaimana dikatakan pegiat sosial Lebak selatan (Baksel) Bucek Saepudin kepada LineNews.id, menutur bahwa menejemen bank yang dipercaya menyalurkan dana bantuan BPUM tersebut dinilainya buruk.

      "Kurangnya informasi terkait penerima bantuan UMKM membuat berkumpulnya warga untuk mempertanyakan, sehingga masyarakat berbondong-bondong datang ke BRI, jadi yang penerima bantuan dan yang bukan pun berkumpul untuk mengecek bantuan dengan membawa KTP, jelas dimasa pandemi Covid ini dangat membahayakan," ujar Bucek, Rabu petang (14/10).

       Menurutnya, selain permasalahan ketimpangan informasi, pihaknya juga mengatakan ada mekanisme sistem pencairan yang tidak jelas bagi penerima BPUM, sehingga warga dibuat kebingungan.

       "Banyak warga yang merasa kebingungan karena dioper ke sana kemari, oleh pihak bank suruh tany ke desa masing-masing sedangkan pihak desa tidak merasa ada koordinasi. Contohnya, tiba-tiba banyak warga datang ke desa dengan alasan disuruh pihak BRI tanpa kejelasan keperluannya apa, selain itu banyak juga yang mempertanyakan KTP milik warga, sedangkan pihak desa tidak merasa ketitipan KTP oleh pihak BRI," jelasnya.

      Dikatakan Bucek, pihaknya menyayangkan keberadaan itu dan menilai sistem penyaluran BPUM perlu di evaluasi dan diperbaiki dengan cara membangun koordinasi dengan pihak terkait seperti dengan desa, sehingga waktu dan jumlah penerima bantuan UMKM bisa terjadwal dengan tertib.



       " Ini agar tidak seperti mekanisme sekarang, datang ke bank membludak namun belum ada diberi penjelasan pasti, tentunya pihak pemerintah harus mengevaluasi sistem penyaluran ini. Kalau saya menyarankan sebagai solusi, sebaiknya koordinasinya melibatkan pihak desa, sehingga penerima bantuan UMKM dapat terorganisir seperti halnya pada program bantuan BST atau BLT, lebih terjadwal dan tertib," usul Bucek.

       Sementara Heriyanti, warga Kecamatan Malingping yang ikut berbondong-bondong mengecek bantuan UMKM, kepada wartawan mengaku ia justru khawatir kehilangan KTP miliknya yang sudah diserahkan ke pihak BRI, namun disuruh ngambilnya ke desa.

       "Gimana ini ya pak, KTP saya kan sudah diminta dan diserahkan ke BRI untuk mengecek bantuan, namun besoknya saya datang lagi untuk ngambil, malah pihak BRI bilang silahkan ambil ke desa masing-masing, sedangkan ketika saya tanya ke desa malah pihak desa tidak tahu dan tidak pernah nitipin KTP dari BRI," tuturnya.

       Terpisah, salah seorang Prades di Kecamatan Malingping, membenarkan soal bantuan BPUM untuk UMKM tidak pernah ada koordinasi dari pihak bank terkait, sehingga pihak desa pun kebingungan untuk melayani masyarakat yang meminta kejelasan informasi tersebut.

       "Gimana kita mau bantu dan menjelaskan ke masyarakat, sama sekali tidak ada koordinasi dari pihak bank, bahkan data penerima saja kami tidak menerima. Sedangkan masyarakat terus berdatangan mempertabyakan ke desa atau via telepon, ada yang tanya atau ambil KTP, tanya bagaimana teknis pencairan, bahkan anehnya banyak juga warga datang ke desa dengan alasan disuruh pihak BRI tanpa kejelasan keperluannya apa," papar Prades yang nananya minta dirahasiakan. (HR/Ratu Adnin)




Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.